PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikofarmakologi

agonis–antagonis

agonist–antagonist

Ringkasan Singkat

Zat yang secara bersamaan bertindak sebagai agonis pada satu jenis reseptor dan sebagai antagonis pada jenis reseptor lainnya.

Agonis-antagonis adalah suatu zat atau senyawa kimia yang secara bersamaan berikatan dengan beberapa jenis reseptor, di mana ia meniru aksi neurotransmiter alami (bertindak sebagai agonis) pada satu tipe reseptor, namun menghambat aksi tersebut (bertindak sebagai antagonis) pada tipe reseptor yang berbeda. Karakteristik ganda ini memungkinkan obat jenis ini memiliki efek terapeutik yang sangat spesifik dengan potensi efek samping yang lebih terkendali dalam beberapa kasus.

Dalam pengobatan, obat-obatan agonis-antagonis sering digunakan dalam manajemen nyeri (seperti analgesik opioid campuran) atau dalam terapi ketergantungan zat (seperti buprenorfin). Dengan bekerja pada berbagai reseptor secara berbeda, obat ini dapat memberikan penghilang rasa sakit sekaligus mengurangi risiko depresi pernapasan atau euforia yang berlebihan yang sering dikaitkan dengan agonis murni. Pemahaman akan mekanisme ini sangat krusial bagi ahli psikologi kesehatan dan psikiater dalam mengelola rencana pengobatan pasien.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Julien, R. M., et al. (2013). A Primer of Drug Action. Worth Publishers.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback